Jumat, 07 Oktober 2022

Resensi Buku : Definisi dan Contohnya

Halo, sobat! Pada kesempatan kali ini aku mau sharing tentang apa itu resensi buku dan contohnya. Resensi buku ini biasanya dibahas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP maupun SMA. Dulu ketika aku masih SMA Kelas 10 juga diberi tugas bikin resensi buku setiap minggu. Nah, simak penjelasan berikut ini yah.

Definisi Resensi

Resensi berasal dari bahasa latin yakni revidere atau recensere yang artinya melihat kembali.Menurt     Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima, resensi merupakan pertimbangan atau pembicaraan terntang buku, ulasan buku. Berdasarkan Buku Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI resensi buku didefinisikan sebagai hasil dari kegiatan mempelajari dan menganalisis isi buku yang bertujuan untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan sebuah buku. Jenis buku yang dapat diresensi bisa buku fiksi maupun non fiksi. Manfaat adanya resensi bagi penulis ialah sebagai bahan evaluasi dan perbaikan karyanya. Sementara untuk pembaca, resensi dapat membantu menentukan keputusan pembaca apakah buku tersebut perlu dibaca atau tidak.

Contoh Resensi Buku

Berikut ini adalah contoh resensi buku.

Judul buku : Pesantren Impian

Pengarang : Asma Nadia

Penerbit      : Asma Nadia Publishing

Kota terbit : Depok

Tahun terbit : Cetakan pertama, Juli 2014

Jumlah halaman : 314 halaman

ISBN : 978-602-9055-29-0

ISI RESENSI :

    Novel ini mengisahkan tentang lima belas remaja putra dan putri, dengan masa lalu kelam menerima undangan misterius untuk tinggal di Pesantren Impian. Pesantren Impian adalah sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang tak tercantum di peta. Semua  yang diundang kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki masalah. Tragedi Rini yang diperkosa oleh pria misterius sampai akhirnya berusaha menghilangkan nyawanya. Si Gadis yang menjadi buronan polisi karena melakukan pembunuhan. Santri lainnya yang memiliki masalah yang beragam. Pesantren Impian menjadi jalan tengah bagi para santrinya agar dapat  berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

    Sampai suatu hari sebuah pembunuhan yang misterius menimpa salah satu santriwati bernama Yanti. Takut dan cemas dirasakan oleh para santri. Sampai pada akhirnya pelaku dapat terungkap, Paklik Kusno, paman Rini yang sudah memerkosa Rini, ia berusaha membunuh Rini namun ternyata salah sasaran. Komplotan Anton King yang mengincar Butet, mantan anak buahnya yang kabur dan membawa obat terlarang. Butet berhasil lolos dari upaya penculikan dan pembunuhan karena diselamatkan oleh Eni, seorang polisi yang menyamar. Ia berusaha mencari pelaku pembunuhan di Tiara Hotel. Setelah kasus selesai kehidupan di pesantren kembali normal. Si Gadis berhasil mengambil hati Umar, pemilik Pesantren Impian yang bertukar posisi dengan Teungku Budiman dan menjadi pengacaranya. Umar dan si Gadis akhirnya menikah dan hidup bahagia.

     Novel yang bertema cinta, teka-teki, dan kematian ini mengambil latar tempat di pesantren, tentunya sangat menarik untuk dibaca. Bukan hanya untuk umat muslim saja namun juga umat non muslim juga boleh membaca novel ini, karena nilai – nilai yang dapat dipetik bukan hanya nilai agama saja. Seperti yang kita tahu pesantren adalah tempat bagi orang-orang yang bertekad ingin menjadi pribadi yang lebih baik, baik dari segi agama maupun kepribadian atau karakter. Perbedaan Pesantren Impian dengan pesantren yang lainnya adalah orang-orang yang masuk ke dalam pesantren ini adalah orang-orang yang bisa dibilang punya masa lalu kelam. Dalam penyampaian cerita, penulis menyampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. Kisahnya yang seru membuat pembaca tidak bisa berhenti membaca karena lembar demi lembar terasa penuh dengan rasa penasaran akan kelanjutan kisahnya.

    Selain di Pesantren Impian yang berlokasi di Aceh, latar tempat dalam novel ini juga mengambil setting di beberapa daerah di Indonesia yang menjadi asal atau tempat tinggal dari para santri. Contohnya di awal cerita latar tempat berada di Tiara Hotel, salah satu hotel di Medan, tempat di mana si Gadis melakukan kejahatannya. Kemudian di Rumah Sakit Darmo di Surabaya, tempat di mana Rini dirawat setelah berusaha bunuh diri. Kemudian di Bintaro, Jakarta, tempat di mana Sissy tinggal bersama Inong. Yang terakhir adalah Pulau Lhok Jeumpa, Aceh, tempat di mana semua orang itu bertemu yaitu di Pesantren Impian.

    Selain tokoh – tokoh yang disebutkan di atas, ada beberapa tokoh lain yang juga penting dalam kisah novel ini. Pertama, Teungku Budiman pemilik pesantren yang sangat dermawan dan bijaksana. Kemudian Umar, pengacara Teungku Budiman sekaligus orang kepercayaan dan yang paling dekat dengan Teungku Budiman. Selanjutnya Eni, seorang polisi yang menyamar dan mempunyai tugas untuk menemukan orang yang sudah membunuh seorang laki-laki di hotel Tiara. Paklik Kusno, tersangka pemerkosaan Rini, yang benar-benar tidak diduga oleh Rini. Kemudian ada Mas Bagus, laki-laki yang mencintai Rini dan berhasil menyelamatkan Rini ketika hendak dihabisi oleh Paklik Kusno, lalu yang terakhir yang juga tokoh yang cukup penting adalah komplotan Anton King. Selain Paklik Kusno, mereka jugalah yang menjadi sebab dari kekisruhan di Pesantren Impian.

    Amanat yang ingin disampaikan dalam novel ini, mungkin bisa dilihat dari masalah-masalah yang terjadi pada setiap tokoh. Kebanyakan dari mereka melakukan kesalahan-kesalahan yang baik itu disengaja atau tidak dan itu merugikan diri mereka sendiri. Jadi, amanat yang ingin disampaikan yaitu jangan habiskan masa mudamu untuk sesuatu yang tidak berguna dan dapat merusak masa depanmu. Selagi masih diberi kesempatan untuk berubah, maka manfaatkanlah kesempatan itu karena Tuhan selalu membuka pintu taubat bagi setiap umatnya. Hidayah itu bukan ditunggu datangnya namun untuk mendapatkan hidayah kita harus menjemputnya, jangan sampai pada akhirnya hanya penyesalan yang didapat.

    Novel yang berjudul Pesantren Impian ini sangat mengasyikkan, hal ini dikarenakan sang penulis sangat rapi menyimpan identitas tokohnya, hingga lembaran terakhir. Itulah yang menyebabkan pembaca selalu penasaran saat membuka lembar demi lembar halaman. Dari segi alur cerita dan gaya bahasa, Pesantren Impian memang membuat pembaca tak bisa melepaskan buku ini hingga halaman terakhir. Rasanya ingin terus membuka halaman selanjutnya, mengetahui apa yang terjadi berikutnya, dan bagaimana akhirnya.

    Kekurangan juga di miliki novel ini. Salah satunya adalah pengeditan. Ada beberapa kata yang salah ketik, seperti kata ngeri, tertulis jeri. Selain itu, bab-bab terakhir tepatnya setelah upaya pembunuhan Rini gagal, penceritaannya begitu hambar. Penggambaran bagaimana kecemasan Umar yang mengharapkan si gadis kembali ke pesantren serta kecemasan si gadis untuk segera pulang menemui anak-anak asuhnya terasa datar. Jika di akhir-akhir cerita dibubuhi sedikit klimaks, pasti ending cerita novel ini akan lebih berkesan. Kemudian, akhir dari penyembunyian identitas umar, bagaimana nasib Rini dan anaknya setelah selamat ditolong oleh Umar pun tidak terselesaikan di sini.

Demikian penjelasan tentang resensi buku dan contohnya. Jadi kalau sobat sekalian ingin membeli buku, bisa liat dulu resensinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa kalian pahami. Kalau ada pertanyaan atau kritik saran sampaikan aja ya temen-temen. Makasih banyak

Referensi

 Sutarni, S. & Sukardi. 2008. Buku Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI. Bogor: Quadra.

Tim Penyusun. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POTENSI PEMANFAATAN HASIL SAMPING PADI

Gambar :  Rice Field Paddy - Free photo on Pixabay Padi merupakan komoditas hasil pertanian yang diperoleh dari tanaman padi ( Oryza sativa ...